KIM PRODO MAKMUR Di Bina Oleh Dinas KOMINFO Kabupaten Pasuruan Untuk Desiminasi Informasi.

Ketua KIM Prodo Makmur Bersama Kepala Desa Prodo.

Perangkat Desa Prodo Bersama Ibu Lulis Irsyad Yusuf Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Prodo Makmur.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 02 Oktober 2020

MELIHAT KETAHANAN PANGAN KAMPUNG TANGGUH SEMERU MARGO UTOMO


Di Kampung Tangguh Semeru ada beberapa elemen penting yang menjadi paugeran. Selain tangguh dalam masalah kesehatan dan sumber daya manusia juga harus tangguh dalam masalah ketahanan pangan.

"Ketahanan pangan merupakan salah satu poin dalam Kampung Tangguh Semeru, kita harus bersyukur di Desa Prodo khususnya Margo Utomo ini semuanya ada. Baik sektor pertanian maupun peternakan sangat banyak disini," jelas Basmi, S.Pd, MM. Camat Winongan disela-sela giat petik pangan, Jum'at kemaren siang (02/10/2020).



Lebih lanjut penggagas motto ADEM untuk Kampung Margo Utomo, Aman, Damai, Elok dan Makmur ini menambahkan, Kampung Tangguh Semeru yang memang dibuat dengan konsep kemandirian. Ini juga untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 atau kondisi lainnya, seperti bencana banjir yang membuat masyarakat terpaksa tidak bisa keluar kampung untuk mencari kebutuhan sehari-hari.

Senada disampaikan Danramil 0819/15 Winongan Kapten Czi Djoko Melalui program Kampung Tangguh Semeru terus berusaha keras membantu dan mendukung masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan disetiap wilayahnya.

"Hal ini sangat penting sekali, agar masyarakat tetap produktif dan tetap kuat serta siap dengan menghasilkan pangan yang melimpah di wilayahnya, utamanya Margo Utomo ini," tandasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Winongan AKP Thohari, SE. menyampaikan, konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari yang dikelola warga Margo Utomo kolaborasi bersama Tim Penggerak PKK dan mahasiswa KKNt PPM Universitas Merdeka Pasuruan, merupakan konsep yang baik dan bisa menjadi inspirasi bagi kampung lainnya.

"Di Kampung Tangguh Semeru Margo Utomo ini, Alhamdulillah dampaknya bisa ditekan karena mayoritas warganya mempunyai pekerjaan bertani, peternak dan berkebun. Maka dari itu kita dari Tiga Pilar senantiasa menghimbau kepada warga masyarakat untuk meningkatkan semangat aktifitas untuk menunjang kemandirian ditengah pandemi ini," jelasnya. (Ahmad Luthfi Dz/Ruf - KIM Prodo Makmur)
Share:

Selasa, 29 September 2020

FPRB BISA MENJADI GARDA TERDEPAN BAGI MASYARAKAT DESA


KIM PRODO MAKMUR - Forum Pengurangan Resiko Bencana FPRB Prodo Makmur Tangguh bersama Jajaran Forkopimka Winongan, masyarakat Dusun Jetis dan Kampung Margo Utomo, hari Jum'at kemaren 25/9/20 melakukan giat kerja bhakti di sekitar sungai Wetan dan sungai Winongan.



Ketua FPRB Prodo Makmur Tangguh, Abdul Suud S.Ag, saat ditemui disela-sela kegiatan menuturkan, FPRB yang merupakan besutan BPBD Kabupaten Pasuruan ini terus menggiatkan kerja bhakti membersihkan lingkungan, sebagai upaya pengurangan resiko bencana terutama saat memasuki musim penghujan.

"Kami bersama warga sekitar daerah aliran sungai dibantu beberapa personel Koramil dan Polsek Winongan membersihkan dan mengangkat sampah atau sedimen yang menghambat , membersihkan rumput liar, ranting dan pohon. Diharapkan saat musim penghujan datang arus air kedua sungai yang mengitari Dusun Jetis ini berjalan normal," terangnya.

Lebih lanjut penghobi burung perkutut ini menjelaskan, kegiatan kerja bhakti bersih-bersih ini dilakukan untuk mengurangi dampak luapan dari kedua sungai sehingga tidak menggenangi rumah warga.


Sementara itu, Kapolsek Winongan AKP Thohari, SE. mengapresiasi dan merespon positif atas semangat dan partisipasi anggota FPRB dan warga yang telah peduli menjaga kebersihan lingkungan.

"Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Semoga upaya ini dapat menginspirasi masyarakat desa dan kampung lain untuk senantiasa menjaga lingkungan, terutama daerah aliran sungai serta mengantisipasi banjir di musim penghujan," harapnya.

Memang, kesiapsiagaan warga masyarakat dalam menghadapi potensi bencana diharapkan terus diperkuat dari semua lapisan, dan hadirnya FPRB Prodo Makmur Tangguh ini bisa menjadi garda terdepan bagi masyarakat. (Ahmad Luthfi Dz/Ruf - KIM Prodo Makmur)
Share:

Rabu, 16 September 2020

ADA SANKSI HORMAT BENDERA, NYANYI LAGU KEBANGSAAN DAN MELAFALKAN PANCASILA


KIM PRODO MAKMUR - Penegakan protokol kesehatan terus gencar dilakukan Petugas Penegak Peraturan Daerah bersama Satuan Tugas Covid-19 dan Pemerintah Desa Prodo, puluhan warga yang melintas di depan pendopo Margo Rukun Abdi Mukti Anugerahing Gusti Desa Prodo Kecamatan Winongan, dijatuhi sanksi.

Puluhan warga itu berasal dari berbagai desa. Namun, kemudian terjaring razia penegakan protokol kesehatan Covid-19, tidak memakai masker. Oleh Petugas yang standby di lokasi, satu persatu mereka diberi sanksi hormat bendera serta menyanyikan lagu kebangsaan dan melafalkan Pancasila.



"Warga yang terjaring razia mayoritas dari luar desa. Saksinya harus caring dibawah terik matahari sambil hormat bendera juga nyanyi lagu kebangsaan serta mengucapkan Pancasila, kemudian kita beri masker agar bisa dipergunakan," ujar Lukman Hakim Kepala Desa Prodo, saat ditemui koresponden KIM Prodo Makmur disela-sela kegiatan.

Lukman Hakim mengatakan penegakan protokol kesehatan ini gencar di sosialisasikan dan dilakukan dengan sasaran warga atau masyarakat umum yang tidak memakai masker saat keluar rumah.

Upaya ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19. Serta menjalakan Inpres Nomor 6/2020. (Ahmad Luthfi Dz/Ruf - KIM Prodo Makmur)
Share:

Dadang Iqwandy, Kasi Pencegahan BPBD Jatim KAMI DATANG UTAMANYA DALAM RANGKA MENGURANGI RESIKO BENCANA


KIM PRODO MAKMUR - Ketangguhan masyarakat, kesiapan dan kesigapan Tim Desa dalam hal ini Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Prodo Makmur Tangguh. Baik ditinjau dari segi adimistrasi, simulasi maupun sosialisasi yang telah dilakukan, adalah diantara indikator yang dijadikan sebagai modal utama dalam kompetisi tingkat Utama Provinsi Jawa Timur.

"Ada empat aspek dan 20 indikator yang menjadi variabel penilaian. Empat aspek tersebut meliputi, aspek kesiapsiagaan, aspek kesehatan, aspek penganggaran dan aspek resiko bencana," terang Dadang Iqwandy yang juga bertindak sebagai Koordinator Tim Penilai Destana Kelompok I. 

Sementara ada beberapa unsur yang bakal diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan penilaian dilapangan. Tim ini terdiri dari unsur BPBD Jatim, Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinkes Jatim dan Tagana Dinsos Jatim.

"Kami datang kesini tidak hanya melakukan penilaian, tapi kami juga memberikan masukan terhadap beberapa hal yang perlu disempurnakan, utamanya dalam rangka mengurangi resiko bencana," lanjutnya.

Sebagai bentuk perhatian, Dadang Iqwandy mewakili BPBD Jawa Timur menyerahkan bantuan berupa masker kepada Lukman Hakim Kepala Desa Prodo, untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan. (Ahmad Luthfi Dz/Yakin - KIM Prodo Makmur)
Share:

Sabtu, 12 September 2020

Tectona Jati KHM, S.STP, M.Si. Kalaksa BPBD Kab. Pasuruan. KETIKA SUDAH MENGENALI, BERUPAYA MEMPERKUAT DIRI DAN MAMPU MENGURANGI BENCANA


KIM PRODO MAKMUR - Destana merupakan akronim dari Desa Tangguh Bencana yang di prakarsai oleh BNPB. Sebagai salah satu upaya pembentukan pengurangan resiko bencana yang dimulai dari desa. 

Seperti diketahui, Kabupaten Pasuruan termasuk dalam kategori wilayah yang rawan terjadinya bencana alam, utamanya banjir. Pemerintah Daerah mendorong agar desa mempunyai relawan yang apabila ada ancaman bencana alam akan lebih cepat tanggap.

Kepala Pelaksana BPBD Kab. Pasuruan Tectona Jati KHM, S.STP, M.Si. Saat mengikuti kegiatan penilaian lomba Destana kategori utama tingkat Provinsi Jatim di Desa Prodo Kecamatan Winongan, Kamis siang (10/09/2020). Dalam sambutannya menerangkan, terpilihnya Desa Prodo karena melihat kesigapan dan ketangguhan warga dan relawannya dalam mengatasi bencananya.


"Saya mengenal Desa Prodo sudah tahunan, dan yang namanya banjir sudah tidak asing lagi bagi warganya. Saya berharap dengan adanya Destana dan dibentuknya FPRB Prodo Makmur Tangguh, masyarakat menjadi lebih paham terhadap lingkungannya, serta sigap apabila terjadi bencana banjir," jelasnya.

Lebih lanjut pawongan ganteng nan berwibawa penyuka motor gede ini menjelaskan, "Kita berharap Desa Prodo mewakili Pasuruan bisa menjadi juara. Karena masyarakat, relawan bencana dan Kepala Desa di sini sangat aktif dan perhatian terhadap lingkungannya dan sudah hafal daerah titik rawan bencana banjir."

Desa Prodo dinilai tangguh dalam menghadapi ancaman bencana banjir. Desa Prodo akan bersaing dengan puluhan desa dari puluhan kabupaten dan kota di Jawa Timur. (Ahmad Luthfi Dz/Ruf - KIM Prodo Makmur)
Share:

Jumat, 11 September 2020

DESA PRODO DALAM PENILAIAN LOMBA DESTANA TINGKAT UTAMA TAHUN 2020


KIM PRODO MAKMUR - Siang kemarin tepatnya hari Kamis (10/09/2020), bertempat di Balai Desa Margo Rukun Abdi Mukti Anugerahing Gusti Desa Prodo Kecamatan Winongan. Berlangsung kegiatan penilaian lomba DESTANA (Desa Tangguh Bencana) tingkat utama provinsi Jawa Timur.



Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Jajaran Forkopimka Winongan, Tim Penilai dari Provinsi Jawa Timur, Karang Taruna, Tagana, tokoh masyarakat, Satgas covid-19 dan relawan FPRB Desa Prodo Makmur Tangguh.



Dalam sambutannya Basmi, S.Pd, MM. Camat Winongan merasa bangga dengan Pemerintah Desa Prodo yang benar-benar sigap dan tangguh dalam menghadapi bencana yang selama ini ada di wilayahnya, seperti bencana banjir yang sudah menjadi langganan rutin setiap tahunnya.



"Kami ucapkan banyak terima kasih kepada BPBD Kabupaten Pasuruan, serta Tim Penilai Tangguh Bencana Provinsi Jawa Timur serta Pemdes dan relawan FPRB Prodo Makmur Tangguh, tidak lupa kami berharap semoga kedepannya di Kecamatan Winongan lebih baik lagi dalam mengatasi setiap bencana yang ada." jelasnya.

Sementara itu Lukman Hakim Kepala Desa Prodo dalam sambutannya menyampaikan, "Desa Prodo yang berjumlah penduduk ada 2.306 jiwa, dengan segala potensi dan resiko yang ada ditunjuk untuk mewakili sebagai Desa Tangguh Bencana."

"Semoga dengan adanya kegiatan ini, kami selaku pihak Pemerintah Desa dibantu relawan FPRB semakin tangguh dan lebih baik dalam proses pengelolahan resiko bencana yang melibatkan secara aktif masyarakat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi resiko bencana untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuan." Terangnya.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cendera mata dan sesi foto bersama. (Ahmad Luthfi Dz./Ruf - KIM Prodo Makmur)
Share:

Galeri Foto

Galeri Foto